Di Pedalaman Amazon, Seks Tak Dibutuhkan

21 04 2009

 

Perut semut hitam di Panama menjadi merah seperti buah ceri matang karena pengaruh cacing nematoda yang menginfeksinya dan ‘terpaksa nungging’ sehingga menarik perhatian burung.

 

Rabu, 15 April 2009 | 21:52 WIB

KOMPAS.com — Makhluk-makhluk liar yang hidup di pedalaman hutan Amazon tak membutuhkan seks untuk kelangsungan hidupnya. Bahkan, pejantan pun tak berguna.

Contohnya saja koloni semut spesies Mycocepurus smithii. Semua anggota koloni semut ini dipastikan betina dan tak satu pun yang jantan.

Setelah dipelajari, mereka tetap bertahan hidup karena sang ratu semut memiliki kemampuan mengkloning diri. Sifat DNA setiap semut identik dengan DNA ratunya.

“Dalam dunia serangga sosial, banyak tipe reproduksi. Namun, spesies ini mengembangkan cara yang tidak biasa,” ujar Anna Himler, biolog Universitas Arizona yang melaporkan hasil temuannya itu dalam Proceedings of the Royal Society B.

Ia mengatakan, reproduksi aseksual untuk menghasilkan hewan berjenis kelamin jantan pada beberapa jenis serangga memang terjadi. Namun, reproduksi aseksual yang menghasilkan betina belum pernah ada pada semut.

Para peneliti belum tahu mengapa semut ini mengubah cara reproduksinya dan sejak kapan melakukannya. Faktanya, koloni semut itu hidup di hamparan jamur yang juga melakukan reproduksi aseksual.

Dari kode genetikanya, semut tersebut diperkirakan telah hidup di “hutan jamur” sejak 80 juta tahun lalu. Bahkan, akibat tak lagi melakukan hubungan seksual, setiap individu sudah tak mungkin melakukannya karena alat reproduksi yang disebut organ mussel telah mengalami degradasi.

Ada keuntungan dan kerugian melakukan reproduksi kloning. Tingkat kesuksesan perkembangbiakan dari generasi ke generasi dapat mencapai 100 persen. Namun, dengan sifat genetika yang seragam, populasi menjadi mudah musnah jika terjangkit penyakit mematikan.





Rahasia Pengawet Mumi Cantik Rosalia Lombardo

20 04 2009

 

.

 

Kompas, Kamis, 29 Januari 2009 | 09:09 WIB

PALARMO, KAMIS — Mayat Rosalia Lombardo, seorang anak perempuan Sisilia berusia dua tahun yang meninggal tahun 1920, masih terlihat segar. Muminya yang dikenal dengan “Sleeping Beauty” disimpan dalam kotak kaca di Palermo, Italia.

Ramuan apa yang membuat mumi tersebut masih terlihat segar, menjadi rahasia selama bertahun-tahun. Namun, ahli antropologi biologi dari Institute for Mummies and the Iceman bernama Dario Piombino-Mascali berhasil mengungkap racikan yang dipakai untuk mengawetkan Rosalia.

Ia mencari tahu bahan-bahan yang digunakan dari kerabat dan orang-orang dekat Alfredo Salafia, seorang taksidermis atau ahli pembuat awetan yang tewas tahun 1933. Dari catatan tangan yang dibuat Salafia terungkap bahwa ia menyuntikkan zat-zat kimia ke tubuh Rosalia berupa formalin, garam seng, alkohol, asam salisilat, dan gliserol.

Formalin merupakan bahan yang saat ini paling umum digunakan untuk mengawetkan mayat. Campuran formaldehid dan air itu membunuh semua bakteri penyebab pembusukan daging. Salafia adalah salah satu pelopor penggunaan bahan kimia tersebut untuk mengawetkan mayat.

Sementara alkohol di daerah yang kering akan berfungsi mempertahankan  mayat Rosalia tetap kering sehingga lebih awet terhadap perubahan suhu dan kelembaban. Gliserol seperti minyak akan mencegah tubuhnya terlalu kering dan asam salisilat mencegah pertumbuhan jamur.

Namun, kunci utama pengawetan mayat tersebut adalah garam seng. Menurut Melissa Johnsons Williams, Direktur Eksekutif American Society of Embalmers, seng tidak digunakan dalam proses pengawetan di AS. “Seng membuatnya kaku. Anda dapat mengangkatnya dari peti dan membiarkannya berdiri,” jelas Williams





Kenapa harus blog..?

14 04 2009

Blogging…

Apa sih menariknya blogging..?? ada yang tau g..??

Kaya-nya seru ya ngeliat orang2 yang bisa mencurahkan isi kepalanya ataupun perasaannya ke dalam bentuk tulisan. Orang-orang yang tetep bisa ngisi blog-nya walaupun kadang2 isi-nya g penting2 amat. Tapi tetep gw salut sama orang2 itu, paling tidak mereka itu orang2 RAJIN.

Tapi koq gw susah banget ya… untuk nulis apa yang ada di kepala gw sekarang, or mungkin kenangan2 yang msh ada di memory otak gw. masa’ 25 taun gw idup g ada kenangan yang nyangkut di otak gw. Atau jangan2, otak gw emang g ada isinya..????!!**&%%$

homer